Hamparan
sawah luas membentang
Pohon
rindang berbaris ramai
Semilir
angin tenangkan jiwa
Panorama
alam manjakan mata
Mengalun
merdu burung berkicau
Kepakan
sayap terbang melayang
Bunga
mawar merah merona
Indah
merekah dibawah sang surya
Duhai
kampungku
Tempatku
bernaung
Betapa
eloknya engkau
Spercik
pesona melambai-lambai
Duhai
kampungku
Kau
ku kenang sepanjang hayat
Kala
jauh rindu melanda
Kala
ingat hati merana
Selama
apapun aku meninggalkanmu
Bayang – bayang ini tak pernah mau pergi,
Datang Dan terus datang menghampiri pikiranku
Dedaunan yang hijau, hembusan angin sepoi yang menyejukkan
Dan kicauan burung pun tak mau kalah
Semua itu membuat kerinduanku tak lepas darimu.
Walau kemewahan sama ada disini
Ada di depan mataku
Tapi aku selalu ingin pulang kepadamu
yang selalu membuat aku kangen,
Kampungku, rumahku yang hijau
Bayang – bayang ini tak pernah mau pergi,
Datang Dan terus datang menghampiri pikiranku
Dedaunan yang hijau, hembusan angin sepoi yang menyejukkan
Dan kicauan burung pun tak mau kalah
Semua itu membuat kerinduanku tak lepas darimu.
Walau kemewahan sama ada disini
Ada di depan mataku
Tapi aku selalu ingin pulang kepadamu
yang selalu membuat aku kangen,
Kampungku, rumahku yang hijau
Buat Ibu
Ibu…
Engkau
adalah pelita hidupku
Engkau
berikan cintamu untuk ku
Cinta
yang tulus suci nan murni
Diwaktu
kecil kumenangis dalam buaianmu
Namun
kau belai aku dengan kasih sayangmu
Engkau
bak mentari yang menyinari alam ini
Cahayamu
terpancar menyinari kegelapan
Engkau
sinari aku dengan nasihat lembutmu
Engkau
jadikan pundakmu sebagai sandaranku
Tak
pernah lelah kau mendengar keluh kesahku
Ibu…
Kasihmu
tak mungkin tergantikan
Berlian
setinggi gunung yang ku berikan
Tak
akan mampu membalas pengorbananmu
Air
mata seluas lautan pun
Tak
akan mampu membalas kasihmu
Ibu…
Engkau
mutiara hatiku
Namamu kuingat selalu ibu
Maafkan
anakmu yang selalu menyakitimu
Ibu..
Semoga
Tuhan merahmatimu
No comments:
Post a Comment