Monday, November 27, 2017

Kampung kelahiran



Hamparan sawah luas membentang
Pohon rindang berbaris ramai
Semilir angin tenangkan jiwa
Panorama alam manjakan mata

Mengalun merdu burung berkicau
Kepakan sayap terbang melayang
Bunga mawar merah merona
Indah merekah dibawah sang surya

Duhai kampungku
Tempatku bernaung
Betapa eloknya engkau
Spercik pesona melambai-lambai

Duhai kampungku
Kau ku kenang sepanjang hayat
Kala jauh rindu melanda
Kala ingat hati merana


Selama apapun aku meninggalkanmu
Bayang – bayang ini tak pernah mau pergi,
Datang Dan terus datang menghampiri pikiranku
Dedaunan yang hijau, hembusan angin sepoi yang menyejukkan
Dan kicauan burung pun tak mau kalah
Semua itu membuat kerinduanku tak lepas darimu.
Walau kemewahan sama ada disini
Ada di depan mataku
Tapi aku selalu ingin pulang kepadamu
yang selalu membuat aku kangen,
Kampungku, rumahku yang hijau

Buat Ibu

Ibu…
Engkau adalah pelita hidupku
Engkau berikan cintamu untuk ku
Cinta yang tulus suci nan murni
Diwaktu kecil kumenangis dalam buaianmu
Namun kau belai aku dengan kasih sayangmu


Ibu…
Engkau bak mentari yang menyinari alam ini
Cahayamu terpancar menyinari kegelapan
Engkau sinari aku dengan nasihat lembutmu
Engkau jadikan pundakmu sebagai sandaranku
Tak pernah lelah kau mendengar keluh kesahku
Ibu…
Kasihmu tak mungkin tergantikan
Berlian setinggi gunung yang ku berikan
Tak akan mampu membalas pengorbananmu
Air mata seluas lautan pun
Tak akan mampu membalas kasihmu
Ibu…
Engkau mutiara hatiku
Namamu  kuingat selalu ibu
Maafkan anakmu yang selalu menyakitimu
Ibu..
Semoga Tuhan merahmatimu

No comments:

Post a Comment

Desa Wisata

Paradigma baru pariwisata adalah milik rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat DESA merupakan satuan terkecil wilayah dan masyarakat dari ...