Tuesday, November 28, 2017

Mengelola Desa Wisata

Wisata adalah kegiatan perjalanan/bepergian untuk bersenang-senang, menggunakan waktu luang untuk memulihkan kekuatan fisik dan spiritual, refreshing (penyegaran) dan kegiatan memperkaya, memperluas serta mengembangkan wawasan seseorang. Sebagai penggerak desa wisata adalah rakyat, rakyat sebagai penentu pokok. Rakyat yang mandiri dan berdikari tanpa investor. Rakyat harus berani tampil terdepan dan menghilangkan belenggu minder (rendah diri), malas, terbelakang dan berjiwa pelayan (budak).

Paradigma baru pariwisata adalah milik rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat DESA merupakan satuan terkecil wilayah dan masyarakat dari bangsa/negara yang menunjukkan keragaman Indonesia. Terbukti keragaman masyarakat sebagai kekuatan bagi tegak/eksistensi bangsa dan negara Republik Indonesia

Pada hakekatnya rakyat memiliki nilai-nilai budaya/tradisi yang luhur dan harta kekayaan yang tak ternilai yaitu : gotong royong, ramah, alam lingkungan yang indah, seni tradiri/budaya dll. Semua ini sebagai modal dan aset pariwisata.

Eksistensi Desa wisata yang ada sekarang ini muncul dan berkembang berdasarkan kegiatan turun temurun yang menjadi unggulan di desa tersebut.

Beberapa hal/kegiatan yang menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata antara lain:

Kerajinan menjadi Desa Wisata Berbasis Kerajinan.
Seni budaya menjadi Desa Wisata Berbasis Seni Budaya.
Pertanian menjadi desa Wisata Berbasis Pertanian.
peninggalan wali/tokoh agama menjadi Desa Wisata Berbasis Ritual.
Keindahan alam lingkungan menjadi Desa Wisata Berbasis Nuasan Alam
Selain basis-basis desa wisata tersebut, desa-desa di Indonesia memiliki keanekaragaman dan keunikan yang luar biasa. Maka diperlukan kemampuan dan pengetahuan serta kreatifitas dalam menggali potensi desa.

Keberhasilan desa wisata dapat diukur dari seberapa besar partisipasi masyarakat/warga desa. Semua warga desa terlibat yaitu bapak-bapak, ibu-ibu rumah tangga, pemuda dan anak-anak serta perangkat desa.

Keuntungan warga :

Mempererat tali silaturahmi dan rasa persatuan nasional
Memperoleh pemasukan uang dari penginapan, jual makanan dan minuman.
Pemasukan seperti jasa binatu, sewa kendaraan (sepeda), penjualan sayura-sayuran, cinderamata dll
Saling interaksi dengan tamu.
Transfer pengetahuan
Promosi desa
Keuntungan lainnya :

Rumah-rumah, jalan-jalan desa, MCK, pekarangan/lingkungan menjadi bersih.
Budaya dan atraksi seni tradisi desa terpelihara.
Permainan anak/dolanan menjadi hidup
Kegiatan warga menjadi semarak seperti pemancingan, praktek bajak di sawah, tangkap belut, dll.
Ekonomi warga tumbuh dan meningkat.
Membuka lapangan pekerjaan
Peningkatan perhatian terhadap lingkungan dan sumber daya alam

Peningkatan kesadaran terhadap sumber daya manusia.

Monday, November 27, 2017

Kampung kelahiran



Hamparan sawah luas membentang
Pohon rindang berbaris ramai
Semilir angin tenangkan jiwa
Panorama alam manjakan mata

Mengalun merdu burung berkicau
Kepakan sayap terbang melayang
Bunga mawar merah merona
Indah merekah dibawah sang surya

Duhai kampungku
Tempatku bernaung
Betapa eloknya engkau
Spercik pesona melambai-lambai

Duhai kampungku
Kau ku kenang sepanjang hayat
Kala jauh rindu melanda
Kala ingat hati merana


Selama apapun aku meninggalkanmu
Bayang – bayang ini tak pernah mau pergi,
Datang Dan terus datang menghampiri pikiranku
Dedaunan yang hijau, hembusan angin sepoi yang menyejukkan
Dan kicauan burung pun tak mau kalah
Semua itu membuat kerinduanku tak lepas darimu.
Walau kemewahan sama ada disini
Ada di depan mataku
Tapi aku selalu ingin pulang kepadamu
yang selalu membuat aku kangen,
Kampungku, rumahku yang hijau

Buat Ibu

Ibu…
Engkau adalah pelita hidupku
Engkau berikan cintamu untuk ku
Cinta yang tulus suci nan murni
Diwaktu kecil kumenangis dalam buaianmu
Namun kau belai aku dengan kasih sayangmu


Ibu…
Engkau bak mentari yang menyinari alam ini
Cahayamu terpancar menyinari kegelapan
Engkau sinari aku dengan nasihat lembutmu
Engkau jadikan pundakmu sebagai sandaranku
Tak pernah lelah kau mendengar keluh kesahku
Ibu…
Kasihmu tak mungkin tergantikan
Berlian setinggi gunung yang ku berikan
Tak akan mampu membalas pengorbananmu
Air mata seluas lautan pun
Tak akan mampu membalas kasihmu
Ibu…
Engkau mutiara hatiku
Namamu  kuingat selalu ibu
Maafkan anakmu yang selalu menyakitimu
Ibu..
Semoga Tuhan merahmatimu

Sunday, November 26, 2017

Mencintai Desaku



Alam kita adalah anugerah yang harus kita manfaatkan bersama-sama dan jangan sampai kita rusak.karena alam membuat kita menjadi lebih harmoni.bila kita manfaatkan dengan benar tanpa mengotori alam sekitaranya dengan berbagai benda kaleng dan sejenisnya akan mengotori alam kita..

kita tahu dampak dari rusaknya alam bermacam-macam bentuknya dan bisa menyebabkan berbagai bencana seperti banjir,tanah longsor,gempa bumi yang menyebabkan sunami dan masih banyak lagi bencana yang diakibatkan kurang pedulikita terhadap lingkungan maupun alam kita.

Seharusnya kita sebagai anak bangsa seharusnya kita peduli dan tanggap terhadap lingkungan kita. karena alam sumber ispirasi suatu bangsa bila alam kita rusak.maka akan mengakibatkan bermacam-macam fenomena yang luar biasasaya menghimbau bagi pembaca disini untuk mencinta alam kita ini seperti kita mencintai diri kita sendiri.karena alam ini bukan kitan musnakan tapi kita manfaatkan buat kita semua dan anak cucu kita dimasa akan datang.

Demikian sekilas cerpen singkat buat kalian semua.mudah-mudahan sedikit banyak ada manfaatnya buat kita bersama.Amin2 allahhuma amin 



“Lestari alamku, lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk nusa
Damai saudaraku suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya nusantara lama…
Tenteram karta raharja di sana
Mengapa tanahku rawan kini
Bukit-bukitpun telanjang berdiri…
Pohon dan rumput enggan bersemi kembali
Burung-burung pun malu bernyanyi”

Petikan lagu berjudul “Berita Cuaca” karya Gombloh di atas seharusnya menjadi lagu wajib tambahan setiap lurah desa di seluruh nusantara. Dinyanyikan setiap pagi, didendangkan setiap senja dan dijadikan lagu nina bobo setiap malam. Terus setiap hari, sejak sebelum menjadi lurah desa, selama menjadi lurah desa dan sesudah menjadi lurah. Dengan kata lain, ini lagu wajib tambahan bagi setiap warga desa.

Gombloh bukan lurah desa dan tak pernah menjadi lurah desa. Ia banyak melewatkan hidupnya di jalanan perkotaan yang keras sebagai pengamen.

Ia menjalani hidupnya di antara asap polusi industri, asap knalpot mobil-mobil yang berseliweran dan sampah-sampah jalanan.

Dengan semua latar belakang itu, Gombloh jelas sangat mencintai desa. Seandainya ia menjadi seorang lurah desa, ia bisa dipastikan akan berjuang menjadi seorang lurah desa yang hebat, yang berjuang meiindungi desanya dari terjangan arus negatif modernisme.

Tak perlu mencari argumen untuk menguatkan dugaan ini. Tak perlu para lurah desa memperdebatkan hipotesa ini. Jika ada lurah desa  yang memperdebatkannya maka otomatis ia menjadi lurah desa yang suka bicara saja. Ini adalah sebuah inspirasi yang jelas-jelas tak perlu diperdebatkan.

Para lurah desa harus bisa dan mau belajar dari siapa saja, termasuk dari seorang penyanyi jalanan yang akhirnya menjadi legenda karena semangat cinta tanah air yang selalu muncul dalam syair-syair lagunya. Para lurah desa tak perlu ragu untuk mengambil pelajaran yang baik dari semua sumber demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan desa.

Demi tercapainya desa mandiri yang berdaulat. Untuk itu, mari pertama-tama kita jadikan “Berita Cuaca” sebagai lagu wajib tambahan.

Selanjutnya, ketika pelajaran dari Gombloh mengkristal di hati para lurah desa, soal-soal mendasar tentang bagaimana memimpin masyarakat desa pasti akan teratasi.

Berbagai contoh kegagalan para pemimpin yang tergoda kekuasaan hingga menghilangkan tanah tempat tumbuhnya harapan rakyat, Insya Allah tak kan terjadi. Para lurah desa akan menyambut keinginan rakyat seperti yang didendangkan Gombloh.

“Kuingin bukitku hijau kembali
semua rumput pun tak sabar menanti
doa kan kuucapkan hari demi hari
dan kapankah hati ini lapang diri…”

Bahagia Itu Sederhana



Definisi kebahagiaan bagi tiap orang memang berbeda. Ada yang baru merasa bahagia dengan memiliki banyak uang, bisa belanja apapun yang diinginkan, atau malah cukup bisa bahagia kalau melihat orang terdekatnya bahagia. Dan ukuran kebahagiaan bagi setiap orang juga jelas berbeda.

Sebenarnya kebahagiaan nggak cuma soal kepuasan materi saja. Ada hal-hal ini yang sebenarnya bisa dengan mudah menciptakan kebahagiaan, namun seringnya tak kamu sadari saja.

1. Bisa sehat dan melakukan aktifitas seperti biasa saja seharusnya sudah bisa membuatmu terus bersyukur dan bahagia selalu
sehat itu mahal

Siapa saja pasti pernah merasakan betapa tersiksanya saat sakit mendera. Mau ngapain aja susah, mau kemana aja juga nggak enak. Bisa bangun di pagi hari, menghirup udara dan melihat sinar matahari dengan keadaan baik harusnya bisa menjadi kebahagiaanmu setiap hari.

Mengawali hari dengan keadaan sehat dan sempurna, bisa menjadi bekalmu melewati kejamnya dunia. Saat sakit pun kamu pasti membutuhkan biaya yang nggak sedikit untuk berobat. Maka syukurilah saat kamu sehat dan bisa menjalani aktifitasmu seperti biasa. Bahagia itu sesederhana kamu bisa menghirup udara dengan tenang dan sehat.

2. Pengalaman adalah guru yang paling baik. Jadi, saat kita mendapat banyak pengalaman baru di situlah bahagia tertuju

Menjalani hari dari pagi sampai malam, mustahil jika kamu nggak belajar dan mendapatkan pengalaman baru. Misal, kamu yang kemarin adalah kamu yang nggak bisa masak, di hari ini kamu cukup melihat Ibumu memasak sarapan untuk keluarga. Disitulah kamu belajar dan mendapat pengalaman baru. Remeh memang, tapi pengetahuanmu pun bertambah sendirinya.

Kebahagiaan akan kamu dapatkan dengan banyaknya pengalaman yang tanpa disadari telah kamu kecap dan kamu rasakan sendiri. Pengalaman remeh tapi setiap hari selalu berganti akan membuatmu menjadi pribadi yang kaya dengan pengetahuan.

3. Memiliki ketakutan yang mengganjal, tentu membuat nggak nyaman. Dan ketika kamu bisa menaklukannya, kebahagiaanmu pasti tak terkira bisa mengalahkan ketakutan

Kita sering merasa takut pada hal-hal yang sebenarnya dibentuk oleh diri kita sendiri. Seperti sering takut menghadapi kegagalan, padahal kamu sama sekali belum mencoba. Jadi dari mana kamu tahu kalau kamu tidak mampu?

Memang tidak mudah melawan rasa takut itu, karena kamu terlalu memegang erat kekhawatiranmu sendiri. Cepat atau lambat, kamu harus belajar melepaskannya, kemudian menghadapi ketakutan tersebut. Saat kamu bisa melewatinya dan berhasil, tak sekadar bahagia yang akan kamu rasakan, namun juga kebanggaan.

4. Punya keluarga yang super sibuk memang bikin rindu. Saat kamu punya kesempatan berkumpul dengan mereka, rasanya tidak ingin hari cepat berlalu bisa kumpul keluarga sudah kebahagiaan

Memiliki keluarga yang sama-sama sibuk di luar rumah memang kerap membuat kita merasakan kesepian dan rindu kebersamaan. Saat kamu bangun, orang seisi rumah sudah meninggalkan rumah untuk memulai aktifitasnya, dan saat kamu pulang mereka sudah terlelap.

Saat kalian bisa berkumpul, walau hanya untuk makan malam bersama, itu sudah cukup membahagiakan untukmu. Memandang wajah orang-orang terkasih sambil menyantap makanan bersama. Tidak ada yang bisa menukar kebahagiaan bersama keluarga, sekalipun ditukar dengan uang, ia tidak akan sanggup mengganti kebahagiaan saat berkumpul bersama keluarga

5. Tertawa dan berbagi cerita dengan sahabat adalah kebahagiaan paling sederhana
kumpul dengan sahabat juga membahagiakan

Saat lelah setelah bekerja, bertemu dengan sahabat tercinta adalah obat paling mujarab yang bisa mengobatimu dengan segera. Nggak cuma bisa mengurangi beban di pundak, dengan sahabat kamu bisa menumbuhkan kebahagiaan.

Dengan candaan receh, obrolan seputar masa kecil, atau hal-hal remeh lainnya akan menepikan kegelisahanmu setelah seharian bekerja. Sahabat tentu adalah orang yang paling memahamimu serta tahu bagaimana cara menghibur kamu. Tak heran bila dengan sahabat, kamu bisa lupa dunia dan merasakan kebahagiaan melimpah.

6. Kebahagiaan memang nggak bisa diukur dengan materi. Tapi, tentu senang saat kamu dapat rezeki dari hasil keringatmu sendiri bisa cari uang sendiri

Punya uang hasil jerih payah sendiri memang memiliki kepuasan serta kebahagiaan tersendiri. Mungkin tak seberapa banyak kalau kita minta langsung pada orangtua dan nggak perlu bersusah payah dulu untuk mendapatkannya. Namun uang yang dihasilkan dengan keringat sendiri, tentu memilki kesan yang nggak akan terganti.

Bisa membelanjakan uang setelah bekerja pasti akan terasa jauh lebih menyenangkan, kita pun jadi tahu bagaimana cara menghargai hasil jerih payah ini. Tak lagi seenaknya mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sia-sia.

7. Dan kemudian kamu akan menyadari, kalau kebahagiaan yang sebenarnya adalah dengan mencintai dan mensyukuri diri sendiri cintai diri sendiri

Jangan habiskan waktu untuk merutuki ketidaksempurnaanmu. Kamu dilahirkan dengan memiliki kekurangan, pasti sepaket dengan kelebihannya. Daripada terus menerus mengeluh dan memimpikan hidup orang lain, tentu lebih baik untuk mensyukuri apa yang kamu punya.

Sadarilah, bahwa hidupmu saat ini adalah hidup yang jadi impian orang lain yang kurang beruntung di luar sana. Kamu berhak bahagia, dan mulailah dengan mencintai diri sendiri. Jangan mempersulit kebahagiaanmu sendiri dengan hal-hal yang sebenarnya jauh dari jangkauanmu.

Bahagia itu kamu yang menciptakan. Tidak melulu soal uang atau jabatan. Bahagia adalah bagaimana caramu menikmati hidup. Nikmati kebahagiaanmu sekalipun dengan cara yang sederhana.

Desa Wisata

Paradigma baru pariwisata adalah milik rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat DESA merupakan satuan terkecil wilayah dan masyarakat dari ...