Friday, December 1, 2017

Desa Wisata



Paradigma baru pariwisata adalah milik rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat DESA merupakan satuan terkecil wilayah dan masyarakat dari bangsa/negara yang menunjukkan keragaman Indonesia. Terbukti keragaman masyarakat sebagai kekuatan bagi tegak/eksistensi bangsa dan negara Republik Indonesia.

Wisata adalah kegiatan perjalanan/bepergian untuk bersenang-senang, menggunakan waktu luang untuk memulihkan kekuatan fisik dan spiritual, refreshing (penyegaran) dan kegiatan memperkaya, memperluas serta mengembangkan wawasan seseorang. Sebagai penggerak desa wisata adalah rakyat, rakyat sebagai penentu pokok. Rakyat yang mandiri dan berdikari tanpa investor. Rakyat harus berani tampil terdepan dan menghilangkan belenggu minder (rendah diri), malas, terbelakang dan berjiwa pelayan (budak).

Pada hakekatnya rakyat memiliki nilai-nilai budaya/tradisi yang luhur dan harta kekayaan yang tak ternilai yaitu : gotong royong, ramah, alam lingkungan yang indah, seni tradiri/budaya dll. Semua ini sebagai modal dan aset pariwisata.

LATAR BELAKANG

Eksistensi Desa wisata yang ada sekarang ini muncul dan berkembang berdasarkan kegiatan turun temurun yang menjadi unggulan di desa tersebut.

Beberapa hal/kegiatan yang menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata antara lain:

    Kerajinan menjadi Desa Wisata Berbasis Kerajinan.
    Seni budaya menjadi Desa Wisata Berbasis Seni Budaya.
    Pertanian menjadi desa Wisata Berbasis Pertanian.
    peninggalan wali/tokoh agama menjadi Desa Wisata Berbasis Ritual.
    Keindahan alam lingkungan menjadi Desa Wisata Berbasis Nuasan Alam

Selain basis-basis desa wisata tersebut, desa-desa di Indonesia memiliki keanekaragaman dan keunikan yang luar biasa. Maka diperlukan kemampuan dan pengetahuan serta kreatifitas dalam menggali potensi desa.

LANGKAH

Untuk dapat mengetahui dan menggali potensi desa diperlukan langkah/cara agar dapat secara mudah dan jelas apa potensi dan bagaimana metode pengembangannya.

A. Cara mengetahui potensi dengan 3P

1. POSISI : mengetahui letak dan geografi desa

2. POTENSI : bagaimana keadaan sumberdaya alam dan sumber daya manusianya

contoh : pendidikan, pekerjaa penduduk, greget/semangat dll.

3. PRESTASI : bagaimana capaian serta kemajuan masyarakat dan memiliki prestasi tingkat kabupaten/kecamatan.

contoh : juara lomba desa.

B. Membentuk lembaga di tingkat desa

1. Lembaga POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata)

Merupakan lembaga bentukan pemerintah desa yang bertugas dan berperan dalam mensosialisasikan tentang SAPTA PESONA.

2. Lembaga pengelola desa wisata

Lembaga ini merupakan bentukan dari tokoh-tokoh masyarakat yang berorientasi pada keuntungan dari jasa pariwisata. Sehingga benar-benar mengelola tamu sampai marketing.

Contoh organisasi pengelola desa wisata :

    Ketua
    Sekretaris
    Bendahara
    Seksi-seksi : a. Pemandu

b. Home stay

c. Keamanan

d. Promosi

e. Keamanan

f. Lingkungan

STRATEGI PENGEMBANGAN

Rakyat digugah kesadarannya untuk memanfaatkan aset mereka yaitu rumah dan sebagian kamar-kamar mereka menjadi tempat tinggal tamu sementara dan tamu-tamu dijadikan temannya.

Tamu tinggal bersama rakyat bisa menikmati kehidupan keseharian warga desa (live in) merasakan sajian makanan dan minuman, serta menikmati alam bernuansa pedesaan, serta menikmati tradisi budaya warga pedesaan.

Maka diperlukan penyiapan desa tersebut layak menerima tamu dengan melakukan langkah strategi sebagai berikut :

1. Inventarisasi : Pendataan melalui angket atau wawancara tentang monografi desa.

2. Pemetaan : Berdasarkan data kita melakukan pemetaan

3. Plan/Program : Menyusun program

a. Program yang akan dilaksanakan

b. Jadwal pelaksanaan

4. Action/pelaksanaan : Melakukan program sesuai jadwal

5. Evaluation : Mengevaluasi apa yang telah dilakukan

6. Tindak lanjut : Merupakan kegiatan lanjutan setelah dievaluasi apa saja yang belum dilaksanakan.

7. Dokumentasi : – Membuat dokumen administrasi

– Membuat dokumen foto / CD

KEUNTUNGAN

Keberhasilan desa wisata dapat diukur dari seberapa besar partisipasi masyarakat/warga desa. Semua warga desa terlibat yaitu bapak-bapak, ibu-ibu rumah tangga, pemuda dan anak-anak serta perangkat desa.

Keuntungan warga :

    Mempererat tali silaturahmi dan rasa persatuan nasional
    Memperoleh pemasukan uang dari penginapan, jual makanan dan minuman.
    Pemasukan seperti jasa binatu, sewa kendaraan (sepeda), penjualan sayura-sayuran, cinderamata dll
    Saling interaksi dengan tamu.
    Transfer pengetahuan
    Promosi desa

Keuntungan lainnya :

    Rumah-rumah, jalan-jalan desa, MCK, pekarangan/lingkungan menjadi bersih.
    Budaya dan atraksi seni tradisi desa terpelihara.
    Permainan anak/dolanan menjadi hidup
    Kegiatan warga menjadi semarak seperti pemancingan, praktek bajak di sawah, tangkap belut, dll.
    Ekonomi warga tumbuh dan meningkat.
    Membuka lapangan pekerjaan
    Peningkatan perhatian terhadap lingkungan dan sumber daya alam
    Peningkatan kesadaran terhadap sumber daya manusia.

Tuesday, November 28, 2017

Mengelola Desa Wisata

Wisata adalah kegiatan perjalanan/bepergian untuk bersenang-senang, menggunakan waktu luang untuk memulihkan kekuatan fisik dan spiritual, refreshing (penyegaran) dan kegiatan memperkaya, memperluas serta mengembangkan wawasan seseorang. Sebagai penggerak desa wisata adalah rakyat, rakyat sebagai penentu pokok. Rakyat yang mandiri dan berdikari tanpa investor. Rakyat harus berani tampil terdepan dan menghilangkan belenggu minder (rendah diri), malas, terbelakang dan berjiwa pelayan (budak).

Paradigma baru pariwisata adalah milik rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat DESA merupakan satuan terkecil wilayah dan masyarakat dari bangsa/negara yang menunjukkan keragaman Indonesia. Terbukti keragaman masyarakat sebagai kekuatan bagi tegak/eksistensi bangsa dan negara Republik Indonesia

Pada hakekatnya rakyat memiliki nilai-nilai budaya/tradisi yang luhur dan harta kekayaan yang tak ternilai yaitu : gotong royong, ramah, alam lingkungan yang indah, seni tradiri/budaya dll. Semua ini sebagai modal dan aset pariwisata.

Eksistensi Desa wisata yang ada sekarang ini muncul dan berkembang berdasarkan kegiatan turun temurun yang menjadi unggulan di desa tersebut.

Beberapa hal/kegiatan yang menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata antara lain:

Kerajinan menjadi Desa Wisata Berbasis Kerajinan.
Seni budaya menjadi Desa Wisata Berbasis Seni Budaya.
Pertanian menjadi desa Wisata Berbasis Pertanian.
peninggalan wali/tokoh agama menjadi Desa Wisata Berbasis Ritual.
Keindahan alam lingkungan menjadi Desa Wisata Berbasis Nuasan Alam
Selain basis-basis desa wisata tersebut, desa-desa di Indonesia memiliki keanekaragaman dan keunikan yang luar biasa. Maka diperlukan kemampuan dan pengetahuan serta kreatifitas dalam menggali potensi desa.

Keberhasilan desa wisata dapat diukur dari seberapa besar partisipasi masyarakat/warga desa. Semua warga desa terlibat yaitu bapak-bapak, ibu-ibu rumah tangga, pemuda dan anak-anak serta perangkat desa.

Keuntungan warga :

Mempererat tali silaturahmi dan rasa persatuan nasional
Memperoleh pemasukan uang dari penginapan, jual makanan dan minuman.
Pemasukan seperti jasa binatu, sewa kendaraan (sepeda), penjualan sayura-sayuran, cinderamata dll
Saling interaksi dengan tamu.
Transfer pengetahuan
Promosi desa
Keuntungan lainnya :

Rumah-rumah, jalan-jalan desa, MCK, pekarangan/lingkungan menjadi bersih.
Budaya dan atraksi seni tradisi desa terpelihara.
Permainan anak/dolanan menjadi hidup
Kegiatan warga menjadi semarak seperti pemancingan, praktek bajak di sawah, tangkap belut, dll.
Ekonomi warga tumbuh dan meningkat.
Membuka lapangan pekerjaan
Peningkatan perhatian terhadap lingkungan dan sumber daya alam

Peningkatan kesadaran terhadap sumber daya manusia.

Monday, November 27, 2017

Kampung kelahiran



Hamparan sawah luas membentang
Pohon rindang berbaris ramai
Semilir angin tenangkan jiwa
Panorama alam manjakan mata

Mengalun merdu burung berkicau
Kepakan sayap terbang melayang
Bunga mawar merah merona
Indah merekah dibawah sang surya

Duhai kampungku
Tempatku bernaung
Betapa eloknya engkau
Spercik pesona melambai-lambai

Duhai kampungku
Kau ku kenang sepanjang hayat
Kala jauh rindu melanda
Kala ingat hati merana


Selama apapun aku meninggalkanmu
Bayang – bayang ini tak pernah mau pergi,
Datang Dan terus datang menghampiri pikiranku
Dedaunan yang hijau, hembusan angin sepoi yang menyejukkan
Dan kicauan burung pun tak mau kalah
Semua itu membuat kerinduanku tak lepas darimu.
Walau kemewahan sama ada disini
Ada di depan mataku
Tapi aku selalu ingin pulang kepadamu
yang selalu membuat aku kangen,
Kampungku, rumahku yang hijau

Buat Ibu

Ibu…
Engkau adalah pelita hidupku
Engkau berikan cintamu untuk ku
Cinta yang tulus suci nan murni
Diwaktu kecil kumenangis dalam buaianmu
Namun kau belai aku dengan kasih sayangmu


Ibu…
Engkau bak mentari yang menyinari alam ini
Cahayamu terpancar menyinari kegelapan
Engkau sinari aku dengan nasihat lembutmu
Engkau jadikan pundakmu sebagai sandaranku
Tak pernah lelah kau mendengar keluh kesahku
Ibu…
Kasihmu tak mungkin tergantikan
Berlian setinggi gunung yang ku berikan
Tak akan mampu membalas pengorbananmu
Air mata seluas lautan pun
Tak akan mampu membalas kasihmu
Ibu…
Engkau mutiara hatiku
Namamu  kuingat selalu ibu
Maafkan anakmu yang selalu menyakitimu
Ibu..
Semoga Tuhan merahmatimu

Sunday, November 26, 2017

Mencintai Desaku



Alam kita adalah anugerah yang harus kita manfaatkan bersama-sama dan jangan sampai kita rusak.karena alam membuat kita menjadi lebih harmoni.bila kita manfaatkan dengan benar tanpa mengotori alam sekitaranya dengan berbagai benda kaleng dan sejenisnya akan mengotori alam kita..

kita tahu dampak dari rusaknya alam bermacam-macam bentuknya dan bisa menyebabkan berbagai bencana seperti banjir,tanah longsor,gempa bumi yang menyebabkan sunami dan masih banyak lagi bencana yang diakibatkan kurang pedulikita terhadap lingkungan maupun alam kita.

Seharusnya kita sebagai anak bangsa seharusnya kita peduli dan tanggap terhadap lingkungan kita. karena alam sumber ispirasi suatu bangsa bila alam kita rusak.maka akan mengakibatkan bermacam-macam fenomena yang luar biasasaya menghimbau bagi pembaca disini untuk mencinta alam kita ini seperti kita mencintai diri kita sendiri.karena alam ini bukan kitan musnakan tapi kita manfaatkan buat kita semua dan anak cucu kita dimasa akan datang.

Demikian sekilas cerpen singkat buat kalian semua.mudah-mudahan sedikit banyak ada manfaatnya buat kita bersama.Amin2 allahhuma amin 



“Lestari alamku, lestari desaku
Dimana Tuhanku menitipkan aku
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama
Nyanyikan pujaan untuk nusa
Damai saudaraku suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya nusantara lama…
Tenteram karta raharja di sana
Mengapa tanahku rawan kini
Bukit-bukitpun telanjang berdiri…
Pohon dan rumput enggan bersemi kembali
Burung-burung pun malu bernyanyi”

Petikan lagu berjudul “Berita Cuaca” karya Gombloh di atas seharusnya menjadi lagu wajib tambahan setiap lurah desa di seluruh nusantara. Dinyanyikan setiap pagi, didendangkan setiap senja dan dijadikan lagu nina bobo setiap malam. Terus setiap hari, sejak sebelum menjadi lurah desa, selama menjadi lurah desa dan sesudah menjadi lurah. Dengan kata lain, ini lagu wajib tambahan bagi setiap warga desa.

Gombloh bukan lurah desa dan tak pernah menjadi lurah desa. Ia banyak melewatkan hidupnya di jalanan perkotaan yang keras sebagai pengamen.

Ia menjalani hidupnya di antara asap polusi industri, asap knalpot mobil-mobil yang berseliweran dan sampah-sampah jalanan.

Dengan semua latar belakang itu, Gombloh jelas sangat mencintai desa. Seandainya ia menjadi seorang lurah desa, ia bisa dipastikan akan berjuang menjadi seorang lurah desa yang hebat, yang berjuang meiindungi desanya dari terjangan arus negatif modernisme.

Tak perlu mencari argumen untuk menguatkan dugaan ini. Tak perlu para lurah desa memperdebatkan hipotesa ini. Jika ada lurah desa  yang memperdebatkannya maka otomatis ia menjadi lurah desa yang suka bicara saja. Ini adalah sebuah inspirasi yang jelas-jelas tak perlu diperdebatkan.

Para lurah desa harus bisa dan mau belajar dari siapa saja, termasuk dari seorang penyanyi jalanan yang akhirnya menjadi legenda karena semangat cinta tanah air yang selalu muncul dalam syair-syair lagunya. Para lurah desa tak perlu ragu untuk mengambil pelajaran yang baik dari semua sumber demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan desa.

Demi tercapainya desa mandiri yang berdaulat. Untuk itu, mari pertama-tama kita jadikan “Berita Cuaca” sebagai lagu wajib tambahan.

Selanjutnya, ketika pelajaran dari Gombloh mengkristal di hati para lurah desa, soal-soal mendasar tentang bagaimana memimpin masyarakat desa pasti akan teratasi.

Berbagai contoh kegagalan para pemimpin yang tergoda kekuasaan hingga menghilangkan tanah tempat tumbuhnya harapan rakyat, Insya Allah tak kan terjadi. Para lurah desa akan menyambut keinginan rakyat seperti yang didendangkan Gombloh.

“Kuingin bukitku hijau kembali
semua rumput pun tak sabar menanti
doa kan kuucapkan hari demi hari
dan kapankah hati ini lapang diri…”

Desa Wisata

Paradigma baru pariwisata adalah milik rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat DESA merupakan satuan terkecil wilayah dan masyarakat dari ...